Senin, 08 April 2013

gift from Ish




Bestfriend knows and remember ourselves, when we forget.

Ish, you know me so weeelll  #sing :P

Jumat, 15 Februari 2013

Minal Aidin Wal Faidin..



Kartu lebaran edisi 2012 ini dibuat olehku saat kerja praktek di StudioKreasi, sebuah Graphic House di Jakarta.
Waktu itu, bulan Juli-Agustus tahun 2010, memang bertepatan dengan bulan Ramadhan, jadi kantor memang banyak order kartu lebaran. Untuk kartu lebaran yang ini, setiap tahun selalu tampil beda, kali ini kubuat yang simple nan retro.
Aku paling suka yang ada gambarnya vw combi sedang membawa barang-barang, yang artinya mudik…. :)
Kartu ini diproduksi cukup limited, dan dijual di toko ak’sa’ra, Jakarta. Kalau ada yang tahun 2010 kemarin jalan-jalan ke sana, pasti lihat kartu ini dipajang di rak ini…


Tahun ini masih ada nggak, ya..? 

Selasa, 12 Februari 2013

Crema oh crema...



“Apa nggak apapa tuh?” katamu waktu itu.

Aku memang sudah hampir tiga bulan tidak minum kopi. Sebabnya, dua bulan aku harus memantang makan dan minumku yang dibarengi detoks dengan ramuan herbal, lalu sebulan lagi untuk pemulihan. Semua itu kulakukan dalam rangka mengobati sakit Maag kronis-ku. Tapi demi kopi, (ya..sebetulnya demi kamu juga sih) sore itu, aku mulai minum kopi.

Dari sekian koleksi kopi hitammu, kupilih Kopi Flores, dan aku tak salah pilih, karena kopi flores ternyata punya wajah yang cantik, cremanya tebal, lembut. Rasanya manis, beraroma citrus, dan sedikit pahit, hmm, tak peduli, yang penting aku minum kopi. Kopi indonesia pilihanmu.

Aku juga tak akan lupa, bagaimana rasanya duduk di bangku kayu sederhana dalam kedai kecil berukuran 5×6 meter persegi, diiringi alunan lagu pop ballad indonesia jadul yang mengalun serak dari tape recordermu yang jadul itu, menjadikan suasana sendu, sementara itu rak-rak memajang jejeran toples aneka kopi, jejeran komik keriting di sisi bangku, juga beberapa kamera SLR jadul, tak lupa hiasan dinding karikatur berbingkai kertas karton daan.. beranda sempit dengan pemandangan terminal angkutan. Lokasinya pun sulit dijangkau. aihhh..

Kedaimu galau bin retro memang, kedai yang paling aneh yang pernah kusinggahi. Tapi entah mengapa ada sesuatu yang menarik di sana. Apa ya? Setahuku, kau menyimpan segudang harapan pada kedaimu.

Kau, kopi dan harapanmu,

Itu indah…

Hmm.. entah kapan lagi aku bisa menikmati secangkir kopi ber-crema cantik itu?
Kopi flores, seperti namanya, cantik. Lalu, tempo hari aku sudah ambil bubuk kopinya darimu, tapi, waktu kucoba menyeduhnya, tak ada crema cantik yang muncul. Katamu air seduhanku kurang panas, dan kopinya kurang, .. ah atau malah, kau salah mengambilkan bubuk kopinya?

Ah dasar…waktu memang sudah berlalu, tapi, apa crema yang cantik itu, tak bisa kudapatkan lagi?  Setidaknya aku ingin menciptakan seduhan kopi tubruk Floresku sendiri, supaya aku bisa merasakan denyut yang sama, seperti denyut harapanmu.